Rupa-Rupa Demo Depan DPR: Bus AMPB Jadi Primadona, Ada Konten Kreator hingga Komunitas Ontel

www.hukumnasional.com.ǁJakarta,27 Agustus 2026-Demonstrasi di depan gedung DPR RI dihadiri berbagai kalangan masyarakat. Aksi pun tak hanya berisi parade orasi, tetapi juga berbagai aktivitas menarik.

Seperti diketahui, aksi tersebut digawangi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan tuntutan utama yakni pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, dan hukuman mati untuk para koruptor.

Namun, pada akhirnya, AMPB tidak sendiri, sejumlah elemen masyarakat dari berbagai daerah turut datang menyuarakan aspirasi yang sama, maupun dengan aspirasi lain.

Pantauan TribunJakarta di lokasi sekira pukul 11.00 WIB, mobil komando yang menjadi mimbar orasi tetap menjadi pusat aksi.

Berlatar gerbang DPR yang tinggi dan ditempeli berbagai spanduk protes, para orator bersuara menyampaikan aspirasinya.

Massa yang sekilas sekitar ratusan orang, perhatiannya tak hanya tertuju pada mobil komando.

Bus AMPB Jadi Primadona

Tidak sedikit yang asyik berfoto di depan bus kendaraan AMPB dari Pati ke Jakarta.

Salah satu pendemo terlihat berpose menyandar ke bus putih itu sambil dipotret rekannya.

Bus bercat putih itu dipenuhi bebagai coretan:

“Hukum Mati Koruptor!!!”

“DPR Rampok”

“Terima Kasih Betawi”

“Panglima Pati”

“Miskinkan Koruptor!”

Sementara, di bagian depan bus, ada retakan kaca yang disebabkan lemparan batu orang tak dikenal dalam perjalanan ke Jakarta.

Donasi Netizen

Demonstrasi ini juga mendapat simpati dari masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya bantuan logistik yang diberikan.

Salah satunya dari netizen media sosial Threads. Para pegiat media sosial turut memberikan bantuan logistik secara kolektif yang disampaikan menggunakan truk dengan diikatkan spanduk bertuliskan “Donasi Warga Threads untuk Warga Indonesia”.

Bantuan lain juga diberikan masyarakat dalam bentuk makanan hingga minuman gratis.

Tumpukan karton air mineral terlihat di sekitar lokasi aksi.

Ada Konten Kreator hingga Komunitas Sepeda Ontel

Aksi 27 Agustus ini juga turut dihadiri berbagai komunitas, termasuk komunitas pecinta sepeda ontel.

Terlihat sejumlah pria paruh baya memajang sepeda mereka yang diikatkan bendera Merah Putih hingga bendera One Piece.

Di sudut lain, terlihat seorang konten kreator dengan dandanan rambut khas karakter anime Naruto sedang live.

Menggunakan tripod dan ponsel, sang konten kreator berdiri berlatar gedung DPR bercuap-cuap menghadap titik lensa kamera.

Driver Ojol Bantu Parkir Motor Pendemo

Massa yang cukup terlihat jelas adalah para driver ojol dengan jaket hijaunya.

Mereka ramai di lokasi aksi, tak hanya turut menyuarakan aspirasi, namun membantu para pendemo.

Sekira 200 meter dari titik aksi, dekat persimpangan dari Jalan Gatot Subroto dan Jalan Palmerah Timur, para driver ojol membantu pengaturan parkir warga yang datang menggunakan sepeda motor untuk ikut demo.

“Yak parkir di sini Pak,” teriak pria berjaket hijau khas ojol.

1 Tuntutan Terpenuhi

Pada saat yang sama di dalam gedung DPR, tepatnya di ruang paripurna, para anggota dewan mengetuk palu berjanji akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pada 15 Desember 2026.

Seperti diketahui, pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi salah satu tuntutan para pendemo.

“Kita berkomitmen untuk menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset menjadi Undang-Undang, tadi sudah disampaikan, menurut kalender DPR RI, paling lambat pada bulan Desember tanggal 15 Desember 2026, apakah dapat disetujui?” kata Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin sidang paripurna.

Para anggota dewan pun kompak teriak setuju.

“Setuju!” kata para anggota dewan diikuti ketukan palu Dasco.