Program 1 RT 1 APAR Terus Dikebut, Damkar DKI Klaim Sudah Sebar 19.000 Unit

www.hukumnasional.com.ǁJakarta,4 Agustus 2026-Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat pelaksaan program Satu RT Satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah memperkuat pencegahan kebakaran, terutama di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko munculnya titik api.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan, penambahan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan RT terus dilakukan setiap tahun melalui alokasi anggaran pemerintah.

Menurut Bayu, hingga saat ini jumlah APAR yang telah tersedia di lingkungan RT mencapai sekitar 19 ribu unit dan akan terus bertambah sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami terus, jadi setiap tahun pasti kami akan berupaya dan sudah teranggarkan juga untuk penambahan APAR-APAR yang di level RT,” kata Bayu di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Wilayah Rawan Kebakaran Jadi Prioritas

Bayu menjelaskan, distribusi APAR diprioritaskan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran paling tinggi.

Penentuan lokasi pemasangan dilakukan berdasarkan manajemen risiko kebakaran yang dimiliki Dinas Gulkarmat.

“Tentu ini terkait dengan sebuah prioritas, jadi yang mana wilayah dari sisi manajemen kebakaran mana yang paling kira-kira perlu segera diintervensi,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai cakupan program tersebut, Bayu menyebut jumlah APAR yang telah tersedia saat ini mendekati 19 ribu unit.

“Hampir sekitar 3.600, mungkin sekitar 19.000-an ya yang sudah ada, tapi nanti kami coba cek kembali terkait dengan jumlah seluruhnya. Karena setiap tahun pasti teranggarkan,” ujarnya.

Damkar Perkuat Pencegahan Selama Musim Kemarau

Selain memperbanyak APAR, Dinas Gulkarmat juga menggencarkan edukasi dan mitigasi kebakaran melalui relawan serta satuan tugas di tingkat kelurahan.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat mampu menangani api sejak masih berukuran kecil sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.

“Kami bersama-sama, kami beberapa kali menekankan juga latihan terkait dengan relawan-relawan yang kami terus bina untuk bisa bersama-sama dengan warga.

Buat kami prinsipnya api yang kecil itu mudah dipadamkan. Kalau yang sudah besar memang kamilah yang bisa memadamkan itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan permukiman padat penduduk tetap menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi kebakaran lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.

“Setiap wilayah pasti punya potensinya. Setiap wilayah punya karakteristik masing-masing,” katanya.