LRT Jakarta Bakal Diperpanjang hingga JIS, Suhud Dorong Danantara Ambil Bagian dalam Pembiayaan

www.hukumnasional.com.ǁJakarta,17 September 2026-Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mendukung wacana pembiayaan proyek LRT Jakarta lewat Danantara, hal ini diharapkan dapat meringankan beban APBD.

“Saya kira Danantara ini penting ya, keterlibatan Danantara dalam pembangunan di Jakarta. Karena selama ini kan beban APBD untuk proyek infrastruktur ini kan menggerus banyak anggaran ya,” kata Suhud, Rabu (16/9/2026).

Jakarta memiliki banyak proyek infrastruktur besar, kehadiran Danantara dalam membantu pembiayaan sangat penting.

“Saya kira keterlibatan pemerintah pusat di dalam pembangunan ini sangat penting, nah sehingga nanti Danantara bisa mengambil peran untuk membantu ya,” ucapnya.

Suhud mencontohkan, Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah untuk pembiayaan sejumlah infrastruktur.

Proyek pengembangan LRT Jakarta sampai ke Dukuh Atas salah satu yang masuk dalam rencana obligasi daerah tersebut.

Peran Danantara dalam hal ini lanjut Suhud, bisa saja membantu dengan cara membeli obligasi daerah yang diterbitkan Pemprov DKI Jakarta.

“Apakah nanti berupa apa, membeli obligasi misalnya kan, ataupun juga ke skema-skema yang lain. Saya kira peran ini sangat penting,” ujarnya.

Respons Presiden Prabowo Subianto juga dinilai cukup positif, wacana pembiayaan proyek infrastruktur di Jakarta melalui Danantara diharapkan bisa terwujud.

“Pak Presiden menanggapi dengan positif ya. Saya kira ini perlu ditindaklanjuti dan harus ditindaklanjuti oleh pihak Danantara dari amanat Presiden tadi gitu,” tegas dia.

Pramono Minta Bantuan Danantara 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ikut membantu pembiayaan rencana perpanjangan LRT Jakarta hingga Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara.

Permintaan itu disampaikan langsung Pramono kepada Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan laporan dalam acara peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Pramono memaparkan sejumlah rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta yang ingin dilanjutkan Pemprov DKI.

LRT Jakarta Bakal Dilanjutkan hingga JIS

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta berencana memperpanjang jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading menuju JIS.

Rencana tersebut menjadi salah satu pengembangan transportasi publik yang disampaikan Pramono di hadapan Presiden Prabowo.

Tak hanya menuju JIS, Pramono juga menyebut adanya rencana pembangunan jalur LRT dari Velodrome hingga terhubung dengan kereta cepat Whoosh.

“Dan yang juga menggembirakan adalah kami akan melanjutkan LRT ini dari Kelapa Gading sampai dengan JIS, kemudian dari Velodrome sampai dengan kereta cepat (Stasiun Whoosh),” ucapnya.

Jika rencana tersebut terealisasi, jaringan LRT Jakarta akan kembali diperluas untuk menjangkau kawasan JIS sekaligus terhubung dengan jaringan transportasi menuju kereta cepat.

Minta Prabowo Tugaskan Danantara

Di tengah rencana tersebut, Pramono kemudian menyampaikan permintaan khusus kepada Presiden Prabowo.

Ia berharap Danantara dapat dilibatkan untuk membantu pembiayaan proyek perpanjangan LRT Jakarta tersebut.

Pramono secara langsung meminta Prabowo menugaskan Danantara untuk ikut membantu Pemprov DKI dalam pembiayaan proyek.

“Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga ikut membantu kami, Pak,” kata Pramono.

Permintaan itu disampaikan Pramono dalam laporan pembangunan dan pengembangan transportasi publik Jakarta di hadapan Presiden Prabowo.

Prabowo Sambut Positif Permintaan Pramono

Presiden Prabowo pun langsung memberi sinyal bakal membantu proyek perluasan rute LRT Jakarta yang dirancang Pemprov DKI.

Di depan Gubernur Pramono, Prabowo meminta Danantara turut ambil bagian dalam proyek strategis jaringan transportasi Jakarta itu.

“Tadi ada sedikit harapan ya dari gubernur, Danantara untuk ikut membantu. Saya kira Danantara wajib membantu,” tuturnya.

“Karena DKI itu bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI. DKI milik seluruh bangsa ya,” tambahnya menjelaskan.