www.hukumnasional.com.ǁJakarta,11 Juni 2026-Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diperkirakan akan mengalami kepadatan lalu lintas pada Jumat (12/6/2026).
Kondisi tersebut dipicu oleh rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas Universitas Indonesia (UI).
Sekitar 1.500 mahasiswa disebut akan turun ke jalan dalam aksi tersebut.
Aksi direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran HI, salah satu titik pusat mobilitas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
“Rencananya aksi mulai pukul 10.00 WIB di Bundaran HI,” ujar Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Dengan adanya aksi tersebut, arus lalu lintas di sekitar kawasan Thamrin, Sudirman, dan Bundaran HI diperkirakan akan mengalami perlambatan.
Kepadatan berpotensi terjadi akibat meningkatnya aktivitas massa di area jalan utama tersebut.
Masyarakat yang hendak melintas di kawasan pusat kota diimbau untuk mengantisipasi potensi kemacetan dengan mengatur ulang waktu perjalanan atau memilih jalur alternatif.
Sejumlah rute pengalihan dapat digunakan untuk menghindari kepadatan di sekitar Bundaran HI, di antaranya Jalan HR Rasuna Said di kawasan Kuningan, Jalan KH Mas Mansyur, serta Jalan Cideng.
Jalur-jalur tersebut dapat menjadi opsi untuk menghindari titik-titik padat di sepanjang Jalan MH Thamrin.
Selain itu, pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan transportasi publik seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan TransJakarta untuk mengurangi risiko terjebak kemacetan serta mendapatkan kepastian waktu tempuh yang lebih stabil.
Pihak kepolisian diperkirakan akan melakukan pengaturan arus lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi aksi.
Pengendara diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran mobilitas.
Dengan langkah antisipasi tersebut, diharapkan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan meski terdapat potensi kepadatan lalu lintas akibat aksi mahasiswa di kawasan Bundaran HI.
5 Tuntutan
Dimas mengatakan, terdapat lima tuntutan yang akan disuarakan mahasiswa dalam aksi tersebut, yakni sebagai berikut:
- Stop Pemborosan APBN
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
- Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
- Menuntut Prabowo Berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah
“Jadi ada lima pokok tuntutan kami besok. Sudah dirangkum berdasarkan konsolidasi BEM seluruh fakultas di UI,” jelas Dimas.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam proses konsolidasi turut hadir perwakilan BEM dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Meski demikian, Dimas belum dapat memastikan apakah BEM dari kedua perguruan tinggi tersebut akan ikut turun ke jalan dalam aksi pada Jumat besok.
“Kami prinsipnya terbuka untuk seluruh masyarakat untuk yang ingin bergabung, dalam aksi besok,” katanya.
“Tidak menutup atau memberikan batasan. Di samping itu kita tidak tergabung atau terafiliasi dengan massa mana pun,” imbuhnya.












