www.hukumnasional.com.ǁJakarta,14 Juni 2026-Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, mengecam aksi penyerangan terhadap seorang pengendara motor yang dilakukan sekelompok remaja bersenjata tajam di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Palmerah Barat VI, Jakarta Barat, pada Selasa (9/6/2026) siang. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka cukup parah
Kevin menilai aksi kekerasan tersebut tidak bisa ditoleransi dan harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.
“Perbuatan seperti ini sangat meresahkan dan tidak boleh dianggap biasa. Para pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku, meskipun mereka masih mengenakan seragam sekolah,” kata Kevin, Minggu (14/6/2026).
Menurut dia, penegakan hukum yang tegas diperlukan agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap tindak kriminal yang dilakukan remaja.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menelusuri identitas para pelaku dan sekolah tempat mereka menempuh pendidikan.
Kevin berpendapat para pelaku perlu diberikan sanksi tegas, termasuk dikeluarkan dari sekolah, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan yang dilakukan.
“Disdik perlu mencari tahu mereka bersekolah di mana. Jika terbukti terlibat, harus ada konsekuensi yang jelas agar memberikan efek jera,” ujarnya.
Selain itu, Kevin menyoroti kondisi keamanan di jalanan yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih serius. Pasalnya, aksi kriminal kini kerap terjadi pada siang hari.
Ia menilai fenomena tersebut menunjukkan pelaku kejahatan sudah tidak lagi merasa takut menjalankan aksinya di ruang publik.
“Keamanan di jalan-jalan harus ditingkatkan. Kehadiran petugas perlu diperkuat agar masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas,” ucapnya.
Kevin mengusulkan adanya pos pengamanan sementara di sejumlah titik yang dianggap rawan kriminalitas sebagai langkah pencegahan.
Menurutnya, patroli yang selama ini dilakukan tetap penting, namun perlu dibarengi dengan kehadiran aparat secara lebih konsisten di lapangan.
Di sisi lain, Kevin mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.
Ia mendorong warga memperkuat kegiatan siskamling dan ronda malam guna mencegah tindak kriminal di lingkungan masing-masing.
“Kalau warga saling menjaga dan kompak, pelaku kejahatan tentu akan berpikir ulang sebelum melakukan aksinya,” kata Kevin.
Viral di media sosial memperlihatkan pelajarmembacokpelajar lain saat berpapasan di sebuah gang di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Dalam rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian memperlihatkan gerombolan pelaku melintas beberapa motor dan bertemu dengan pelajar lain dari arah berlawanan.
Saat berpapasan, satu pelajar yang berboncengan tiga awalnya menyabet korban dengan menggunakan ikat pinggang.
Hal itu membuat korban berhenti dan tampak bingung. Tak lama kemudian, pelaku lainnya ada yang turun dari motor dan membacok korban menggunakan celurit.
Korban pun kemudian kabur. Sedangkan pelaku dan rekan-rekannya melanjutkan perjalanannya dengan santai.
Narasumber Kapolsek Palmerah, AKP Parman BM Nainggolan mengatakan, insiden tersebut terjadi pada Selasa (9/6/2026).
Ia menegaskan kejadian ini bukanlah tawuran, melainkan aksi pembacokan terhadap korban yang saat itu tengah dalam perjalanan menuju sekolah.
”Bukan tawuran, tapi pembacokan. Saat itu korban mau ke sekolah melewati Gang T di Kelurahan Palmerah dan melintas segerombolan anak sekolah (pelaku).
Salah satu langsung memukul pakai ikat pinggang, dan itu memicu temannya untuk melakukan pembacokan,” ujar Parman saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Parman menjelaskan, pelaku dan korban tidak saling mengenal.
Korban yang saat itu sendirian tidak memiliki kesempatan untuk melawan dan menderita luka sabetan senjata tajam di bahu kanan hingga harus menerima tujuh jahitan.
“Kondisi korban itu mendapatkan perawatan tujuh jahitan di bahu kanan,” kata Parman.
Nangis Ditangkap
Menindaklanjuti video yang viral di media sosial, anggota Polsek Palmerah langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman CCTV.
Hasilnya, dua orang pelaku langsung yakni MS dan AS diamankan saat tengah mengikuti ujian di sekolahnya.
Saat tiba di Polsek Palmerah, kedua pelaku yang mengenakan masker nampak menangis dan menutupi wajahnya.
”Saat ini dua orang sudah diamankan. Yang pertama memicu dengan memukul pakai ikat pinggang, sehingga memicu temannya melakukan pembacokan pakai celurit,” kata dia.












