www.hukumnasional.com.ǁJakarta,8 Februari 2026-Peristiwa kecelakaan hari ini di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Fatmawati, Jakarta Selatan, mobil ringsek tabrak bus, Minggu (8/2/2026).
Insiden kecelakaan lalu lintas tepatnya terjadi di ruas Tol JORR KM 21.500 Fatmawati.
TMC Polda Metro Jaya melaporkan kecelakaan itu terjadi pukul 03.50 WIB.
Dikutip dari akun X @TMCPoldaMetro menyebutkan kendaraan yang yang terlibat yakni Bus Raya jurusan Jakarta Pulo Gebang-Solo bernomor polisi AD 7726 OG dengan Toyota Calya F 1280 VP.
“Menyebabkan pengendara luka-luka,” tulis akun TMC Polda Metro Jaya dikutip TribunJakarta.com.
Dari foto yang diunggah, Toyota Calya tampak ringsek di bagian depan. Sedangkan bus mengalami kerusakan di bagian belakang bawah.
Mobil Toyota Calya lalu dievakuasi menggunakan mobil derek.
Kronologi
TMC Polda Metro Jaya melaporkan kecelakaan berawal saat dua kendaraan itu melaju dari arah Ampera.
Setiba di lokai KM 21.500 di lajur 2, mobil Toyota Calya F 1280 VP tidak dapat menjaga jarak karena hilang kendali.
Akibatnya, mobil tersebut menabrak bus yang berada di depannya.
“Saat ini sudah selesai penanganan Petugas Sat PJR Dit Lantas PMJ dan Jasa Marga,” tulis akun tersebut.
Belum diketahui kerugian akibat kecelakaan tersebut.
Tips Menghindari Kecelakaan
Menguasai teknik dasar mengemudi saja tidak cukup untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
Banyak kecelakaan di jalan terjadi bukan karena kurangnya keterampilan mengendalikan kendaraan, tetapi akibat minimnya pemahaman pengemudi terhadap prinsip keselamatan berkendara.
Selain keterampilan teknis, ada aspek lain yang harus dikuasai agar pengemudi bisa lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan.
Menurut Marcell RDC Kurniawan, Training Director di The Real Driving Centre (RDC), kesadaran akan defensive driving menjadi salah satu faktor utama dalam keselamatan berkendara.
“Mengemudi itu tidak hanya soal bisa mengoperasikan kendaraan, tetapi juga tentang memahami risiko di jalan dan mengantisipasi potensi bahaya. Defensive driving mengajarkan pengemudi untuk selalu waspada, menjaga jarak aman, serta membaca pergerakan kendaraan lain agar bisa bereaksi dengan tepat,” kata Marcell, Rabu (2/4/2025).
Selain itu, pengemudi juga perlu memahami cara mengelola kelelahan dan emosi saat berkendara.
Banyak kecelakaan terjadi akibat pengemudi kehilangan konsentrasi karena kelelahan atau terpancing emosi di jalan.
“Jika sudah merasa lelah atau sulit fokus, sebaiknya segera beristirahat. Jangan memaksakan diri karena refleks dan kemampuan mengambil keputusan bisa menurun. Begitu juga dengan emosi, hindari berkendara dalam keadaan marah atau stres karena bisa memicu tindakan agresif yang berbahaya,” ujarnya.
Marcell juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap aturan lalu lintas dan etika berkendara.
Banyak pengemudi yang mahir mengendalikan mobil, tetapi masih abai terhadap hal-hal mendasar seperti penggunaan lampu sein, menjaga lajur dengan benar, atau mematuhi batas kecepatan.
Selain itu, kemampuan menangani kondisi darurat juga penting untuk dikuasai.
Misalnya, pengemudi harus tahu cara mengatasi rem blong, menghadapi aquaplaning saat hujan, atau menepi dengan aman saat kendaraan mengalami kendala di jalan tol.
Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada keterampilan mengemudi, tetapi juga pada kesadaran, sikap, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di jalan.
