www.hukumnasional.com.ǁJakarta,30 September 2026-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal kasus Influenza A di Jakarta yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Orang nomor satu di Jakarta ini mengatakan, kenaikan kasus yang saat ini terjadi belum menunjukkan kondksi yang mengarah pada wabah.
Hal itu disampaikan Pramono setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait perkembangan influenza di Ibu Kota.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Ibu Kepala Dinas Kesehatan dan jajaran Kementerian Kesehatan. Memang ada kenaikan, tetapi sebenarnya kenaikannya kecil sekali,” ucapnya, dikutip Rabu (30/9/2026).
Naik 15 Persen, Pramono Sebut Masih Ringan
Pramono menyebut kenaikan kasus influenza yang terjadi saat ini berada di angka sekitar 15 persen.
Menurutnya, angka tersebut masih jauh dari batas yang disebut sebagai outbreak atau wabah.
“Jadi kenaikan itu baru menjadi outbreak ataupun dianggap sebagai wabah atau bencana, kalau di atas 150 persen. Ini kenaikannya masih sangat mild, yaitu 15 persen seperti yang kamu sampaikan tadi,” ujarnya.
Karena itu, Pramono meminta masyarakat tidak langsung panik melihat adanya kenaikan kasus influenza di Jakarta.
Ia mengatakan kondisi Jakarta berdasarkan informasi yang diterimanya dari para ahli masih tergolong aman terkait influenza.
“Sehingga dengan demikian Jakarta masih aman-aman saja untuk hal yang berkaitan dengan influenza,” kata Pramono.
Warga Bergejala Diminta Segera ke Fasilitas Kesehatan
Meski menyebut kenaikannya masih ringan, Pramono tetap meminta warga Jakarta tidak mengabaikan gejala flu maupun penyakit saluran pernapasan.
Warga yang merasa mengalami gejala influenza, termasuk Influenza A maupun ISPA, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Sehingga dengan demikian apa yang harus dilakukan, kami meminta kepada seluruh warga masyarakat yang merasa terindikasi terkena flu, apakah itu flu A dan sebagainya atau ISPA, segera ke rumah sakit,” tuturnya..
Pramono memastikan fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI siap memberikan pelayanan bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan.
“Dan semua rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah daerah dan puskesmas membuka diri untuk warga masyarakat apa, melakukan pengobatan untuk itu,” ucapnya.
Kenaikan ISPA Tak Otomatis Berarti Influenza A
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memang mencatat kenaikan kasus ISPA sekitar 15,7 persen berdasarkan data puskesmas.
Namun, kenaikan ISPA tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai lonjakan Influenza A.
Dinkes DKI menjelaskan ISPA dapat disebabkan berbagai faktor risiko dan kuman penyebab.
Data kunjungan rumah sakit melalui SIRS Online juga belum menunjukkan adanya lonjakan yang signifikan.
Karena itu, angka kenaikan ISPA perlu dibaca secara hati-hati dan tidak otomatis berarti kasus Influenza A meningkat dalam besaran yang sama.
Pramono pun mengingatkan warga yang mengalami gejala untuk segera mendapatkan penanganan, sembari menyebut kondisi influenza di Jakarta saat ini masih berada dalam kategori ringan.
