Usai Longsor Bantargebang, Pemprov DKI Mulai Operasikan RDF Rorotan untuk Olah Sampah Jakarta

www.hukumnasional.com.ǁJakarta,11 Maret 2026-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengoperasikan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan sebagai langkah cepat menjaga stabilitas pengelolaan sampah ibu kota pasca longsor di TPST Bantargebang.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan pengolahan sampah Jakarta tetap berjalan optimal meski sebagian zona di TPST Bantargebang masih dalam proses penataan pascalongsor.

Seperti diketahui, gunungan sampah di TPST Bantargebang longsor hingga mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia pada Minggu (8/3/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pengoperasian RDF Plant Rorotan merupakan bagian dari strategi cepat Pemprov DKI dalam menjaga sistem pengelolaan sampah tetap stabil.

“Selasa kemarin RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian akan ditingkatkan 1000 ton per hari,” ucapnya, Rabu (11/3/2026).

Pengolahan Sampah Dialihkan ke Beberapa Fasilitas

Di tengah proses pemulihan pascalongsor, aktivitas pembuangan sampah di TPST Bantargebang masih tetap berlangsung melalui beberapa zona yang masih beroperasi.

Saat ini pelayanan pembuangan sampah dilakukan melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton sampah per hari.

Sementara itu, Zona 4 Besar yang terdampak longsor masih dalam tahap penataan dan perapihan. Setelah proses tersebut selesai, zona tersebut direncanakan kembali beroperasi dengan tambahan kapasitas sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Langkah ini diharapkan mampu membantu menormalkan kembali aktivitas pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

RDF Rorotan Jadi Penopang Pengelolaan Sampah

Untuk menjaga kapasitas pengolahan sampah tetap optimal selama masa pemulihan, Pemprov DKI juga mengoptimalkan sejumlah fasilitas pengolahan sampah lainnya.

Selain RDF Plant Rorotan, pengolahan sampah juga dilakukan di RDF Plant Bantargebang dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari serta fasilitas PLTSa Merah Putih yang mampu mengolah sekitar 100 ton sampah per hari.

Melalui skema pengolahan tersebut, total sampah yang dapat tertangani di Jakarta hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari.

Target Operasional Bantargebang Normal dalam Sepekan

Asep menegaskan berbagai langkah yang diambil merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga layanan publik tetap berjalan sekaligus mempercepat pemulihan operasional di TPST Bantargebang.

“Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini,” kata Asep.

Pemprov DKI berharap pengoperasian RDF Rorotan serta optimalisasi fasilitas pengolahan sampah lainnya dapat membantu menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah Jakarta di tengah proses pemulihan pascalongsor.