www.hukumnasional.com.ǁJakarta,17 Januari 2026-Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPD DKI Jakarta mengungkap penyebab guiding block di Jakarta masih banyak bermasalah atau tak ramah disabilitas.
Ketua Pertuni DPD DKI Jakarta, Ajad Sudrajad mengatakan banyaknya guiding block yang bermasalah karena minimnya pelibatan disabilitas dalam proses pembangunan.
Sehingga guiding block justru tidak sesuai dengan kebutuhan disabilitas tunanetra, karena dibangun tanpa ada pendampingan dari penyandang disabilitas yang memiliki kebutuhan atas akses.
“Kita berterima kasih kepada pemerintah sudah mencanangkan aksesibilitas dan membuat guiding block. Cuma yang saya sayangkan disabilitas itu tidak dilibatkan,” kata Ajad, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan temuan Pertuni DPD DKI Jakarta, 70 persen guiding block di Jakarta bermasalah karena aksesnya tidak sesuai seperti menabrak pohon, tiang listrik, dan dibangun pada sudut jalan.
Menurut Pertuni Dinas Bina Marga DKI Jakarta cenderung melibatkan penyandang disabilitas saat tahap akhir pembangunan, sehingga hasilnya tidak maksimal.
Sehingga kritik yang disampaikan penyandang disabilitas kerap sudah tidak bisa terakomodir karena konstruksi bangunan sudah jadi, atau tidak memungkinkan untuk diubah.
“Selama ini kita dilibatkan setelah sudah jadi. Kalau sudah jadi, terus kita evaluasi pun percuma. Tapi kan biasanya kalau DKI tunggu mata anggaran dulu (untuk perbaikan konstruksi),” ujarnya.
Hasilnya banyak guiding block maupun fasilitas publik lain yang konstruksinya tidak ramah terhadap penyandang disabilitas, hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.
Padahal bila sejak awal disabilitas tunanetra dilibatkan dalam pembangunan guiding block, Ajad menuturkan pihaknya dapat menyampaikan hal-hal terkait yang sesuai kebutuhan tunanetra.
Atas hal tersebut Pertuni DPD DKI Jakarta mendorong pelibatan disabilitas dalam pembangunan fasilitas publik, agar hasilnya sesuai dan ramah terhadap penyandang disabilitas.
“Daripada nanti (pembangunan) mubazir, tolong libatkan teman-teman disabilitas. Khususnya untuk kepentingan teman-teman tunanetra ya libatkan juga disabilitas netra,” tuturnya.












