Penampakan Hamparan Sampah Mirip Pulau di Pesisir Muara Angke, Sering Ganggu Aktivitas Nelayan

www.hukumnasional.com.ǁJakarta,1 Juni 2026-Hamparan sampah yang menumpuk di kawasan pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, mengganggu aktivitas para nelayan tradisional yang melintas di jalur tersebut.

Tumpukan sampah yang didominasi plastik dan kayu itu terlihat menghampar di Kali Adem pada Senin (1/6/2026).

Berdasarkan pantauan udara, timbunan sampah ini tampak menyerupai pulau kecil yang terbentuk di bibir muara.

Tak hanya menumpuk di permukaan air, sampah yang bercampur lumpur juga memicu sedimentasi hingga membuat alur pelayaran nelayan semakin dangkal.

Akibat kondisi tersebut, nelayan kesulitan keluar masuk muara untuk melaut.

Bahkan, baling-baling perahu kerap tersangkut sampah maupun kayu yang hanyut di jalur utama tersebut.

Seorang nelayan Muara Angke, Halim mengatakan, persoalan itu sudah berlangsung lama dan kerap menimbulkan kerugian.

Menurut Halim, sampah yang menumpuk di muara telah terjadi selama bertahun-tahun.

“Kalau air pasang kadang sering nabrak kandas, sampah sama lumpur bercampur banyak banget,” ujar Halim.

Ia menyebut perahu nelayan sering tersangkut di tumpukan sampah hingga mengalami kerusakan.

Tak jarang nelayan harus mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki bagian kapal.

“Kalau rusak pasti rugi besar. Kadang biaya perbaikan bisa Rp 10 juta sampai Rp 15 juta,” kata dia.

Muara Kali Adem sendiri merupakan jalur utama lalu lintas perahu nelayan tradisional di kawasan Muara Angke.

Karena akses keluar masuk hanya satu, nelayan tidak punya alternatif jalur lain saat kondisi muara dipenuhi sampah.

Para nelayan berharap ada penanganan rutin dari pemerintah untuk membersihkan muara agar aktivitas melaut kembali lancar.

Selain menjaga keselamatan nelayan, pembersihan juga dinilai penting untuk mencegah kerusakan kapal terus berulang.

 

 

 

Exit mobile version