Pemprov DKI Baru Tuntaskan Giant Sea Wall 11,8 Km, Pramono: Masih Kurang 19 Km

www.hukumnasional.com.ǁJakarta,5 Desember 2025-Pembangunan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau giant sea wall di Jakarta kini memasuki fase lanjutan dengan 11,8 kilometer tanggul telah selesai dibangun dari total 28,2 kilometer yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan percepatan pembangunan ini sangat mendesak, terutama di tengah ancaman rob yang kembali meningkat.

Baru 11,8 Km Rampung, 19 Km Belum Terbangun

Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI masih memiliki pekerjaan besar untuk menyelesaikan sisanya.

“NCICD atau Giant Sea Wall, tanggul raksasa yang harus dibangun total oleh DKI Jakarta sepanjang 28,2 kilometer, sudah terbangun 11,8 kilometer yang menjadi tanggung jawab Jakarta. Dan belum terbangun adalah 19 kilometer,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Ia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan untuk memperkuat perlindungan pesisir dari ancaman rob maupun kenaikan muka air laut.

Realisasi 2025: Ancol, Muara Angke, dan Bywalk Pluit

Pada tahun 2025, sejumlah segmen tanggul telah berhasil dibangun, antara lain:

  • Tanggul Ancol sepanjang 1,2 kilometer
  • Tanggul mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 kilometer
  • Baywalk Pluit sepanjang 400 meter dari total 600 meter

Seluruh pembangunan ini turut dikawal langsung oleh Pramono, termasuk saat memulai pembangunan tanggul mitigasi Muara Angke.

Anggaran 2026: Pluit, Muara Angke, dan Kali Lencong

Pemprov DKI juga telah mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan NCICD pada 2026. Tiga titik akan menjadi fokus utama:

  • Pluit: 530 meter
  • Muara Angke: 350 meter
  • Kali Lencong: 750 meter

“Itulah yang kami lakukan, karena bagaimanapun memang sekarang ini sedang terjadi,” kata Pramono.

Pramono Desak Pemerintah Pusat Percepat Porsi Pembangunan

Di sisi lain, Pramono juga mendorong pemerintah pusat menuntaskan pembangunan segmen tanggul yang menjadi tanggung jawabnya mengingat kondisi saat ini yang sudah sangat mendesak.

Pasalnya, banjir rob terus menjadi ancaman nyata bagi warga yang tinggal di pesisir ibu kota.

“Mudah-mudahan yang untuk tanggung jawab pemerintah pusat segera juga dilakukan. Karena memang ini sudah mendesak untuk segera dilakukan,” tuturnya.