www.hukumnasional.com.ǁJakarta,10 Desember 2025-Teriakan korban kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat terus terdengar bersahutan pada Selasa (9/12/2025).
Puluhan korban yang terjebak berlarian ke lantai paling atas untuk menyelamatkan diri.
Lantai dasar yang sudah dipenuhi kobaran api, membuat mereka tak punya tempat untuk menyelamatkan diri, selain menuju lantai paling tinggi.
Dalam video yang viral di media sosial, teriakan ‘tolong’ terus menggema dari para korban.
“Pak tolong pak”
“Tolong bang”
“Tolong pak”
Ucapan itu terdengar jelas kala mereka mencari bala bantuan sembari mengamati kondisi di bawah.
Teriakan itu semakin jelas kala asap tebal mulai keluar dari celah yang ada.
Hitam pekat kepulan asap tersebut seolah ingin menerkam mereka. Membawa para korban masuk di dalamnya.
Ibu Hamil Jadi Korban
Kini, diketahui ada 22 orang yang tewas termasuk seorang ibu hamil bernama Novia.
Novia diketahui tengah hamil tua dengan hari perkiraan lahir (HPL) di bulan Januari 2026.
Jenazah para korban pun dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Kerabat korban, Prasetyo mengatakan jasad Novia masih utuh.
“Dari kondisinya (jenazahnya) sih Alhamdulillah aman ya, maksudnya masih utuh. Mungkin (meninggal) akibat oksigen. (korban) kemungkinan Januari (2026) itu udah mau melahirkan ya,” ujar Prasetyo.
Akibat Hirup Asap
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono mengatakan penyebab kematian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan luar dilakukan tim dokter forensik terhadap tiga jenazah korban.
Ketiga korban yakni, Rufaida Lathifunisa (22), warga Telagasari, Cikarang Barat, Novia Nurwana (28), warga Tanggamus, Lampung, dan Valdier Yaser (28), warga Metro Lampung.
“Kemungkinan karena kita hanya melaksanakan pemeriksaan luar, kemungkinan karena menghirup gas. Gas karbon dioksida, CO2,” kata Prima di RS Polri Kramat Jati, Selasa (10/12/2025).
Rufaida Lathifunisa, Novia Nurwana, dan Valdier Yaser merupakan tiga dari total 22 jenazah yang sudah diterima Posko Postmortem RS Polri Kramat Jati di ruang Instalasi Forensik.
Di Posko Postmortem ini tim dokter forensik akan melakukan pemeriksaan jenazah, dan hasilnya akan dicocokan dengan data medis diberikan pihak keluarga pada Posko Antemortem.
“Indikasi (sebab kematian) pada asfiksia (kekurangan oksigen) karena terhirupnya asap dan gas karbon dioksida,” kata Karodokpol Pusdokkes Porli, Brigjen Nyoman Eddy Purnama.
Sementara untuk 19 jenazah korban kebakaran kantor Terra Drone lainnya kini masih dalam proses pemeriksaan, dan identifikasi dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Identifikasi dilakukan melakukan pencocokan data medis, di antaranya DNA, rekam medis pemeriksaan gigi atau foto gigi korban, dan sidik jari korban semasa hidup pada dokumen seperti ijazah.
Untuk memperkuat hasil, identifikasi juga dilakukan menggunakan properti atau barang pribadi yang melekat pada jenazah korban seperti jam tangan, perhiasan, atau barang pribadi.












