www.hukumnasional.com.ǁJakarta,16 Februari 2026-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, pendidikan muatan lokal (mulok) Betawi akan dipersiapkan untuk masuk ke dalam kurikulum sekolah di Jakarta.
Menurutnya, pendidikan mulok Betawi menjadi hal yang penting agar generasi muda Jakarta mengenal identitas daerahnya sendiri.
“Jadi pembelajaran budaya-budaya lokal, termasuk tentunya Betawi ini menjadi penting dalam pendidikan anak-anak didik kita,” ucapnya, Minggu (15/2/2026).
“Sehingga pendidikan muatan lokal itu akan kami lakukan. Dan itu menjadi hal yang sangat positif, saya yakin,” sambungnya.
Perkuat Identitas Jakarta
Pramono menilai, sudah seharusnya Jakarta memiliki pendidikan muatan lokal Betawi secara resmi.
“Sebenarnya enggak adil kalau kemudian kita di Jakarta tidak ada pendidikan muatan lokal Betawi,” ujarnya.
Untuk itu, Pramono menegaskan akan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mempersiapkan implementasi kebijakan tersebut.
“Saya akan meminta kepada Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan itu, dan nanti tentunya bersama-sama dengan (Majelis) Kaum Betawi untuk mempersiapkan supaya orang mengenal tentang ala yang ada di Betawi ini, di Jakarta ini,” tuturnya.
Jika terealisasi, kebijakan ini akan menjadi langkah besar dalam memperkuat identitas Betawi di tengah Jakarta sebagai kota global.
Masuk Kurikulum SD-SMP, Sudah Ada Konsepnya
Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 sekaligus Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo alias Foke menyebut, konsep muatan lokal Betawi sebenarnya sudah disiapkan oleh Lembaga Kebudayaan Betawi dan bekerja sama dengan Disdik DKI Jakarta.
Dengan adanya dorongan langsung dari Gubernur Pramono Anung, ia memastikan prosesnya akan dipercepat.
“Intinya muatan lokal ini sudah dipersiapkan oleh Lembaga Kebudayaan Betawi dan sudah ada konsepnya, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” kata Foke.
Dengan skema tersebut, muatan lokal Betawi direncanakan masuk dalam kurikulum resmi di tingkat SD hingga SMP di Ibu Kota.
“Dengan dorongan pak gubernur ini kami akan speed up, kami akan percepat supaya itu menjadi bagian dari kurikulum pendidikan di Sekolah Dasar dan sekolah menengah di Jakarta,” tuturnya.












