www.hukumnasional.com.ǁJakarta,13 Februari 2026-Taman Bendera Pusaka yang digadang-gadang Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadi ikon baru Jakarta ternyata belum sepenuhnya rampung.
Hingga kini, progres pembangunannya baru mencapai 92 persen dan belum bisa diresmikan sesuai target awal.
Gubernur Pramono Anung pun mengakui proyek tersebut mengalami sedikit kemunduran.
“Sekarang yang sudah selesai progresnya sampai hari ini 92 persen. Dan saya mengharapkan, meminta, untuk selambat-lambatnya bulan Maret taman ini bisa diresmikan,” kata Pramono saat meninjau lokasi, Jumat (13/2/2026).
Digadang Jadi Ikon Baru
Sebagai informasi tambahan, Taman Bendera Pusaka merupakan gabungan antara tiga taman yang sebelumnya sudah berdiri di kawasan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Taman seluas 5,6 hektare itu dirancang terkoneksi penuh dengan jogging track sepanjang 1,2 kilometer, dilengkapi fasilitas olahraga modern, hingga pencahayaan artistik karena akan dibuka selama 24 jam.
Pramono berharap taman ini tidak sekadar menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga simbol wajah baru Jakarta sebagai kota modern.
Di dalamnya terdapat fasilitas padel gratis, lapangan basket, bulu tangkis, playground, serta area UMKM yang dikurasi.
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri diajak Gubenur Jakarta Pramono Anung saat peletakan batu pertama Taman Bendera Pusaka pada Jumat 8 Agustus 2025. Ada pesan khusus Megawati Soekarnoputri untuk Gubenur Jakarta Pramono Anung. (TribunJakarta/Dionisius Arya/Annas Furqon hakim)
“Tempat ini selain menjadi taman sekaligus juga pengendali banjir untuk area di sekitarnya. Saya minta agar betul-betul ini dipersiapkan secara baik, terutama lerawatannya,” ujarnya.
“Jangan sampai nanti kalau sudah bakk, perawatannya tidak dilakukan dengan baik,” tambahnya menjelaskan.
Terkendala IPAL dan Terowongan
Meski diproyeksikan menjadi landmark baru, proyek tersebut belum sepenuhnya selesai.
Salah satu kendala utama adalah pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta terowongan penghubung.
“Misalnya terowongan dari Taman Langsat ke Leuser. Karena memang di atasnya ada Jalan Kyai Maja. Jadi itu yang belum selesai dan finalisasi atau finishing touch terhadap beberapa bagian,” tuturnya.
IPAL sendiri dibangun untuk memastikan kualitas air tetap bersih sekaligus menjadikan kawasan itu bagian dari sistem pengendalian banjir.
Pramono optimistis pekerjaan dapat dirampungkan dalam waktu dekat.
“Nanti sebelum diresmikan akan kami uji coba, akan kami adakan acara di sini. Tapi, peresmiannya dalam waktu dekat ini ya,” ucapnya.












