www.hukumnasional.com.ǁJakarta,10 Februari 2026-Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno blak-blakan mengungkap alasan banyaknya jalan berlubang dan rusak di Ibu Kota belum bisa diperbaiki secara permanen.
Menurutnya, karakter aspal di Jakarta tidak mampu merekat kuat saat terus-menerus diguyur hujan.
Aspal Tak Bisa Bertahan Saat Terkena Air
Rano menegaskan, penanganan jalan rusak yang saat ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta masih bersifat sementara karena faktor cuaca.
“Yang sekarang ini memang pengaspalannya sementara, sifatnya sementara. Karakter aspal yang kita punya, atau semua aspal di Indonesia ini, kalau kena air tidak ada yang merekat kuat. Tidak ada,” ucapnya di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026).
Ia menyebut, kondisi tersebut membuat tambal sulam jalan kerap kembali rusak saat hujan deras turun.
Hujan Masih Jadi Kendala Utama
Rano mengungkapkan, berdasarkan perkiraan cuaca, intensitas hujan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Kalau kita lihat dari BMKG saja barangkali Maret ini masih hujan. Artinya, ini menjadi kendala yang kita hadapi,” tuturnya.
Ia menambahkan, tingginya curah hujan membuat kerusakan jalan terjadi hampir merata di berbagai wilayah Jakarta.
Perbaikan Permanen Tunggu Musim Hujan Berakhir
Alhasil, perbaikan jalan secara menyeluruh baru bisa dilakukan setelah musim hujan selesai agar hasilnya lebih tahan lama.
“Yang paling ideal adalah setelah nanti masa selesai hujan, itu harus dilapis semua supaya tidak terjadi kerusakan,” kata dia.
Menurutnya, saat ini Pemprov DKI Jakarta memilih langkah cepat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan meski belum bersifat permanen.
Pemprov Fokus Tambal Sementara Demi Keselamatan
Meski belum ideal, Rano memastikan perbaikan sementara tetap dilakukan agar jalanan tetap bisa dilalui masyarakat dengan aman.
“Nah, sekarang ini memang dilakukan secara sementara, itu diakui memang. Karena kita tahu jalan-jalan di Jakarta ini cukup banyak yang rusak akibat hujan,” tuturnya.
Jalan Rusak Renggut Korban
Sebelumnya, seorang pelajar SMK 34 Jakarta bernama Aldi Surya Putra meregang nyawa usai alami kecelakaan lalu lintas saat melintas di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur pada Senin (9/2/2026) pagi.
Ia terjatuh dari motor akibat kondisi jalan yang rusak dan licin usai Jakarta diguyur hujan.
“Kami sudah memantau hasil CCTV. Penyebab kecelakaan adalah jalan yang licin dan berlubang, lalu dilalui dengan kecepatan yang tinggi. Jadi, ini kecelakaan tunggal,” ucap Gubernur DKI Pramono Anung.
Nyawa korban pun tak tertolong lantaran mengalami luka cukup parah di bagian kepala.
“Saat kejadian, korban dilarikan ke RS Polri didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan kepala sekolah. Namun, saat ini posisinya sudah di rumah duka dan sebentar lagi akan dimakamkan,” ujarnya.
Berita terkait












