www.hukumnasional.com.ǁJakarta,12 Februari 2026-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti antrean panjang penumpang Transjabodetabek di Depok yang dilaporkan mengular hingga 30 menit sampai satu jam.
Orang nomor satu di Jakarta ini menilai, perlu dukungan dari pemerintah daerah setempat, terutama terkait fasilitas halte.
Singgung Pembangunan Halte
Gubernur Pramono Anung menegaskan, Depok bukan bagian dari wilayah administrasi DKI Jakarta.
Karena itu, menurutnya, tidak semestinya seluruh fasilitas pendukung disiapkan oleh Pemprov DKI.
“Depok itu karena Depok kan bukan Provinsi DKI Jakarta, harusnya haltenya ya jangan kemudian semuanya Jakarta yang menyiapkan. Saya ikut berharap dan mendoakan mudah-mudahan untuk yang seperti itu termasuk haltenya tentunya dibangun oleh pemerintah daerah setempat,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Antusiasme Warga Tinggi
Antrean panjang di Depok menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan TransJabodetabek.
Moda transportasi ini menjadi alternatif bagi warga penyangga yang setiap hari beraktivitas di Jakarta.
“Becandanya adalah karena memang Transjabodetabek ini kami buka ke mana-mana. Dari Blok M ke Alam Sutera, ke PIK, ke Bogor, kemudian ke Ancol, ke Soetta. Ada juga yang minta sampai Singapura gitu,” kata Pramono bergurau.
Pemprov DKI sendiri terus memperluas konektivitas lintas wilayah guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menekan kemacetan.
Teranyar, Pemprov DKI baru membuka rute baru Transjabodetabek B51 Cawang-Jababeka Cikarang pada Rabu kemarin.
Namun, Pramono berharap pengembangan layanan ini juga dibarengi dengan kolaborasi pemerintah daerah sekitar.












